Pelatih Arema Miroslav Janu perlu kerja keras lagi mempersiapkan timnya. Karena ternyata masih banyak sisi kelemahan yang ada di tubuh skuad Arema. Dan kelemahan menonjol itu adalah tumpulnya lini depan.
Lini depan menjadi sorotan Janu karena pada laga uji coba lawan Persikubar di Stadion Gajayana, Minggu malam (5/9) masih melempem. Ada banyak peluang gol, namun karena penyelesaian akhir lemah, maka peluang menjadi sia-sia. Di pertandingan tersebut, tim Singo Edan hanya mampu bermain imbang 1-1. Arema bahkan sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Jardel Olivora menit ke 9. Sedangkan gol balasan Arema dicetak striker asing M. Noh Alam Shah menit ke 31.
Di pertandingan tersebut, Janu menilai timnya masih memiliki masalah terkait penyelesaian akhir (finishing touch). Padahal di pertandingan tersebut, Janu bisa dibilang menurunkan skuad terbaiknya. Mengingat Janu memainkan empat pemain asingnya. Yakni Pierre Njanka, Esteban Guillen, M. Ridhuan dan Alam Shah. Praktis hanya Chmelo Roman yang absen karena masih melakukan terapi penyembuhan cedera engkel di Slovakia.
Di pertandingan tersebut, Janu mencoba menduetkan Alam Shah dengan Dendi Santoso. Tapi sepertinya barisan depan pemain Arema tumpul. Beberapa kali peluang yang didapatkan Njanka, Ridhuan, Dendi dan Esteban gagal menjadi gol. Hanya satu peluang yang didapatkan M. Noh Alam Shah mampu dimaksimalkan menjadi gol. Heading Alam Shah mampu membobol gawang Persikubar setelah memanfaatkan umpan sudut Esteban Guillen dari sisi kiri pertahanan Persikubar.
Berdasarkan itu, arsitek Miroslav Janu akan membenahi kelemahan yang ada di timnya menjelang laga uji coba kedua menghadapi Metro FC pada Rabu besok (8/9). "Tim kami bermain seperti melawan Persiwa. Jadi saya dan pemain harus terus kerja untuk membenahi kelemahan tim," ujar Miroslav Janu seusai pertandingan kemarin.
Terlebih lagi, masalah finishing touch menjadi perhatian serius Janu. Mengingat, Arema musim ini memiliki beban yang cukup berat. Sebab Arema ditarget mampu mempertahankan gelar juara. Sehingga, ketajaman lini depan tim berlogo kepala singa ini terus diasah, sehingga nantinya Arema bisa meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.
Sebenarnya fokus pemantapan finishing touch ini sudah dilakukan Janu dalam latihan terakhir di Gajayana sebelum laga uji coba melawan Persikubar. Pemain di-drill latihan crossing yang dituntaskan dengan tendangan dan heading ke gawang. Tapi faktanya, kemarin barisan penyerang Arema masih mandul saat menghadapi anak didik Suwandi HS tersebut. Sumber: (Bolaindo.com)



