Minggu, 28 November 2010

Terlalu Mudah Untuk Lawan Singa Junior

Tim senior Singo Edan memetik kemenangan besar dalam laga uji coba yang dimainkan di Lapangan Abdurahman Saleh pagi kemarin. Menghadapi ‘saudara muda’ nya, Piere Njanka dkk menundukkan Arema U-21 dengan skor akhir 7-1. Tampil tanpa beberapa pemain pilarnya yang absen karena masih bergabung dalam pemusatan latihan timnas, macam Yongki Ariwobo, Achmad Bustomi, Benny Wahyudi, Zulkifly Syukur, Dendi Santoso dan Kurnia Meiga plus duo Singapura, Noh Alamshah dan M Ridhuan, tim arahan pelatih Miroslav Janu masih jauh lebih perkasa perkasa dibanding lawan tandingnya itu.
Menurunkan pemain terbaik yang tersisa, anak buah Miro kesulitan menjebol gawang tim U-21 selama paruh awal babak pertama. Disiplinnya lini belakang tim yang diarsiteki pelatih Supriyadi itu membuat Chmelo Roman dkk sulit membongkar pertahanan mereka. Banyaknya peluang juga belum bisa dikonversi menjadi gol oleh para penggawa Arema macam Sunarto atau Esteban Guillien.


Gol pertama baru tercipta saat laga memasuki menit ke-20. Adalah M Fachrudin yang pertama kali mampu menjebol gawang tim ‘singo muda’. Tak butuh waktu lama bagi Arema senior untuk menggandakan keunggulan. Empat menit berselang, Fachrudin lagi-lagi sukses mengoyak jala gawang lawan berkat aksinya yang menusuk dari sisi sayap kiri.

T A Musafri yang kemarin dipasang sebagai penyerang sayap kanan menambah gol satu menit kemudian. Gol itu membuat skor berubah menjadi 3-0 bagi keunggulan Purwaka Yudi dkk. Kedudukan tersebut tak berubah hingga babak pertama usai. Tak banyak peluang berarti yang bisa diciptakan oleh anak-anak U-21 di babak pertama.





Head Coach Miroslav Janu melakukan beberapa pergantian pemain di babak kedua. Kebijakan rotasi dilakukan oleh pelatih asal Ceko itu untuk memberikan kesempatan main kepada seluruh anak asuhnya. Selain itu, Miro tampaknya ingin memantau perkembangan permainan setiap pemain jelang laga uji coba menghadapi Deltras Sidoarjo 1 Desember mendatang.
Tujuh pemain sekaligus dimasukkan usai jeda turun minum. Pemain pilar macam kapten Njanka, Purwaka, Hermawan, Juan Revi, Esteban, Roman dan Musafri yang dimainkan penuh di babak pertama diistirahatkan. Posisi mereka digantikan oleh Leonard Tupamahu, Irfan Raditya, Waluyo, Tomi Pranata, Ronny Firmansyah, Gunawan dan Ahmad Amiruddin. Pemain yang tak diganti sama sekali adalah penjaga gawang Aji Saka, Alfarizi, Fachruddin dan Sunarto.


Banyaknya perubahan tak mempengaruhi permainan agresif yang ditunjukkan tim senior. Namun, urusan finishing touch tampaknya masih menjadi salah satu kekurangan yang perlu dibenahi. Seperti beberapa peluang matang yang harusnya bisa berbuah gol tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain.
Peluang terbanyak dimiliki oleh Ahmad Amiruddin, namun dari sekian banyak peluang yang dimiliki, mantan penggawa PSM Makassar ini hanya bisa mengkonversinya menjadi satu gol. Kontan pemain bernomor punggung 99 ini sering mendapat teriakan dari sang pelatih.

“Amir, kamu dipasang jadi penyerang. Dapat peluang langsung shooting!” teriak Miro yang memberikan instruksi dari tepi lapangan.


Empat gol tambahan tercipta di babak kedua. Lagi-lagi diawali oleh aksi Fachrudin. Pemain berjuluk ‘si Goyang Gergaji’ ini membuat hat-trick setelah menambah golnya pada menit ke-61. Dua menit berselang, penyerang muda Sunarto membuat skor menjadi 5-0 setelah sukses memperdaya penjaga gawang Arema U-21.


Permainan mengandalkan mobilitas tinggi dengan penuh determinasi ditunjukkan oleh bek sayap Alfarizi. Pemain muda ini bermain efektif ketika dimainkan sebagai bek kiri di babak kedua. Pergerakannya sulit dihentikan saat membantu serangan. Pemain bernomor punggung 20 itu juga sangat cepat saat turun kembali menggalang pertahanan. Satu gol dibuatnya di menit ke-70.


Tim ‘singo muda’ bukan tanpa perlawanan. Andre Lesmana dkk bahkan bermain lebih terbuka di babak kedua. Berkali-kali peluang diciptakan oleh Gilang dkk. Namun selalu saja masih bisa digagalkan oleh Aji Saka yang tampil impresif di bawah mistar tim senior. Arema U-21 mampu mencuri satu gol balasan lewat aksi Andi Fatturochman pada menit ke-78. Gol tersebut terjadi ketika para pemain tim senior mulai kehilangan konsentrasi setelah unggul jauh 6-0.
Beberapa saat sebelum laga usai, Amiruddin mencatatkan satu gol yang membuat skor berubah menjadi 7-1. Hasil itu tampaknya belum cukup membuat Miroslav Janu puas. Mantan asisten pelatih Slavia Prague itu menolak mengomentari permainan anak asuhnya.

“Sekarang cuma liat performa anak-anak. Ini hanya latihan saja. Mereka harus tunjukkan penampilan,”