Bayang-bayang laga derbi tim sekola, derby d’Ngalam, Arema versus Persema, batal digelar, kian mendekati nyata. Itu jika menilik dari komentar pelatih Persema, Timo Scheunemann. Pelatih asal Jerman ini mengaku, Persema akan mundur dari Super Liga.
Jika itu benar-benar terjadi, secara otomatis derby d’Ngalam yang sedianya digelar 4 Januari 2011 mendatang, batal digelar. Karena Persema akan turun di Liga Primer Indonesia (LPI) pada 8 Januari 2011.
Menariknya, ’pembatalan’ derby d’Ngalam itu justru terjadi saat Timo bertemu Miroslav Janu, di Bandara Soekarno Hatta kemarin. Miro baru saja membawa Arema berujicoba di Padang, sedang Timo, kembali dari manager meeting LPI. Keduanya berada dalam satu pesawat menuju Surabaya.
Keduanya juga terlibat pembicaraan cukup serius, sesaat sebelum naik ke pesawat Lion Air. Dari pembicaraan itu, Miro akhirnya mengetahui bahwa Arema batal menghadapi Persema di stadion Kanjuruhan, 4 Januari mendatang.
‘’Persema sudah habis. Timo tadi (kemarin, Red.) bilang Persema mundur dari ISL dan ikut LPI. Dia (Timo) habis ikut acara meeting tim-tim LPI di Jakarta. Jadi Arema tidak akan bertanding lawan Persema, 4 Januari nanti,’’ ungkap Miro, kemarin siang.
Meski hingga saat ini belum ada surat resmi dari PT Liga Indonesia yang menggelar ISL terkait kepastian mundurnya Persema, Miro mulai ancang-ancang untuk merubah program latihannya, untuk bisa fokus lawan Persija Jakarta.
‘’Kalau kita tidak bertanding lawan Persema, kita akan langsung fokus untuk laga away menghadapi Persija, 9 Januari. Mungkin jadwal kompetisi akan berubah semua. Apalagi kata Timo yang mundur selain Persema juga Persibo dan PSM,’’ kata Miro.
Begitu mendarat di bandara Juanda, Surabaya, Timo saat dikonfirmasi Malang Post membenarkan rencana Persema untuk mundur dari ISL. Pasalnya itu sudah menjadi keputusan dari Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Malang, Peni Suparto.
Kebetulan Peni yang juga Wali Kota Malang ini ikut hadir bersama Timo dalam acara peluncuran kompetisi LPI di Jakarta. Timo pun tak bisa menolak, menyusul tim Persema adalah bagian dari Pengcab PSSI Kota Malang yang diketaui Peni Suparto.
‘’Ya, saya kaget juga disuruh Pak Peni untuk datang di acara meeting LPI. Sepertinya memang mengarah Persema mundur dari ISL. Apalagi Pak Peni telah menyampaikan kalau Persema sudah tidak ada uang,’’ terang Timo.
‘’Kondisi seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi di Persema, makanya Persema pilih mundur dari ISL dan gabung LPI,’’ sambung pelatih berdarah Jerman yang lama tinggal di Malang ini kepada Malang Post sebelum keluar dari bandara.
Namun terpisah, Peni Suparto justru mengaku belum memutuskan tim mana yang akan diturunkan di LPI. Inep, panggilan akrab Peni Suparto, juga menyebut Persema akan turun di dua kompetisi. LPI dan ISL.
Hanya yang menarik, Inep memang menugaskan Timo untuk melatih tim Persema yang bakal turun di LPI. Meski belum diputuskan tim mana yang turun di LPI. Apakah tim Persema senior yang sementara itu turun di ISL, ataukan tim Persema U-21 yang sempat ikut laga pramusim LPI.
‘’Iya, pelatihnya (Persema LPI) Pak Timo. Soal pemainnya tidak ada masalah. Kan semua pemain Persema (ISL maupun U-21). Persema ini punya banyak klub (klub lokal binaan Persema, Red), kita bisa saja tinggal ambil-ambil pemain dari klub-klub itu,’’ ujar Inep sembari melangkah meninggalkan ruangan pelantikan Direktur PDAM Kota Malang, kemarin.
Terpilihnya Timo sebagai pelatih Persema di LPI tentunya juga mengejutkan manajemen. Sebab, Timo selama ini fokus mendampingi Bima Sakti dkk mempersiapkan diri turun di kompetisi Super Liga.
Belum lagi, beberapa tim pelatih dan pemain mulai gusar dengan ancaman PSSI yang siap memberi sanksi kepada pihak yang kedapatan turun di LPI, kompetisi yang dinilai illegal oleh PSSI.
Apalagi manajemen Persema juga sudah membentuk tim baru, Persema FC yang jauh-jauh hari diproyeksikan turun di LPI. Tim yang kini dilatih Amin Zakaria ini sudah show of force dengan ikut ambil bagian di pra-seasion LPI Grup B di Solo, awal Desember lalu.
‘’Pemain kontrak dengan Persema, bukan dengan PSSI. Mereka tetap tanggung jawab kita,’’ lanjut Inep.
Pria yang konon bakal menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) di PT Liga Premier Indonesia ini menyebut, LPI menginginkan, kemajuan sepakbola nasional, begitu juga dengan PSSI.
Jika tujuannya sama, PSSI seharusnya justru mengayomi LPI, bukan memusuhi. Selain itu, Inep dengan yakin menyebut tidak akan ada sanksi bagi Persema, begitu tim pelatih dan pemain ketika turun di LPI nantinya.
‘’Menurut saya kalau PSSI bijak, tidak akan ada sanksi. Karena, tujuannnya sama-sama untuk memajukan sepakbola nasional. Kalau tujuannya sama, ya mari sama-sama meraih tujuan itu. Jangan anggap LPI itu sebagai musuh,’’ pungkas Inep.
Sumber : http://www.malang-post.com/



