Senin, 10 Januari 2011

Gagal Di Jakarta


Gagal sudah ambisi Arema mengulang memori manis di penghujung musim 2009-2010 lalu. Kala itu Singo Edan sukses membekuk Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan dengan skor akhir 5-1. Namun, segalanya berbalik sore kemarin. Bertekad mempermalukan tuan rumah di hadapan publiknya sendiri, Arema justru dipecundangi Macan Kemayoran (julukan Persija) di tempat yang sama.
Tim asuhan pelatih Miroslav Janu dipaksa bertekuk lutut dengan skor akhir 1-2. Artinya, Persija berhasil melakukan revans atas kekalahan menyakitkan yang masih terngiang di memori Bambang Pamungkas dkk.
Dukungan ribuan Aremania yang datang langsung mengiringi tim pujaannya ke ibukota, tampaknya tak mampu mengelakkan kekalahan bagi tim berlogo kepala singa. Kobaran semangat yang ditujukan kepada Ahmad Bustomi dkk sepanjang laga tak sanggup menghindarkan Arema dari keperkasaan Persija yang tampil percaya diri di markasnya.
Tuan rumah memburu kemenangan sejak peluit kick off dibunyikan wasit Okky Dwi Putra yang memimpin pertandingan. Skuad racikan pelatih Rahmad Darmawan langsung tampil menggebrak pertahanan lawan. Mengandalkan kecepatan trio lini depan, Persija membombardir lini belakang Arema. Akselerasi Greg Nwokolo, Aliyudin dan Agu Cashmir cukup merepotkan kuartet lini belakang Singo Edan yang dikomandani Kapten Piere Njanka.
Arema sendiri sebenarnya mampu tampil terbuka untuk lepas dari tekanan. Memanfaatkan serangan balik cepat, tim tamu justru bisa mencetak peluang emas lebih dulu di menit ke tujuh melalui aksi sang kapten.
Memanfaatkan sepakan pojok Chmelo Roman di sisi kiri pertahanan lawan, sundulan Njanka memantulkan bola ke depan garis gawang Persija. Si kulit bundar yang mengarah ke pojok kanan gawang masih bisa diantisipasi kiper Hendro Kartiko.
Memasuki menit ke-15, giliran Persija mengancam gawang Arema. Kali ini Aliyudin yang beraksi dengan memanfaatkan umpan dari tengah lapangan. Namun bola tendangannya masih melayang di atas mistar yang dikawal penjaga gawang Kurnia Meiga. Bukan sekali saja upaya Aliyudin gagal membuahkan hasil, berulang kali tendangan penyerang bernomor punggung 15 ini meleset karena cuma melebar di atas mistar gawang.
Sepuluh menit berselang, Arema kembali membahayakan jala Persija. Memanfaatkan tendangan bebas Roman, tandukan keras Noh ‘Along’ Alamshah masih memantul ke tiang gawang Hendro Kartiko. Gagal lagi upaya tim tamu merobek jala tuan rumah. Sama halnya dengan sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan Ambrizal dkk.
Babak pertama hampir berakhir, Kurnia Meiga dibuat pontang-panting mengamankan gawangnya. Sejumlah ancaman terjadi di muka gawang, sehingga mau tak mau membuatnya berjibaku menahan gempuran. Peluang terbaik dimiliki Agu Cashmir di menit ke-43. Tinggal berhadap-hadapan satu lawan satu, penjaga gawang timnas ini mampu mengamankan tendangan penyerang Singapura itu.
Derasnya serangan Persija yang dilancarkan ke jantung pertahanan akhirnya membuat benteng Arema jebol juga. Lolos dari jebakan offside, Greg yang menerima sodoran umpan M Ilham lantas melakukan solo run ke dalam kotak penalti Arema.
Dengan pergerakan cantik, pemain kelahiran Enugu, Nigeria 25 tahun silam ini mampu mengecoh para pemain belakang hingga sukses memperdaya kiper. Tendangan kaki kirinya membuat bola bersarang di sudut kanan Meiga. Gol ini menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk tuan rumah.
Usai jeda turun minum, Persija tetap tak mengendurkan pola serangannya. Greg kembali beraksi solo run melakukan penetrasi ke petak terlarang. Beruntung tembakan pemain kelahiran 3 Januari 1986 itu masih bisa digagalkan Meiga.
Asa tim tamu untuk menyamakan kedudukan terjadi di menit ke-51. Meski Along mampu melesakkan bola ke gawang Hendro Kartiko, gol tidak disahkan oleh wasit. Ujung tombak Singapura itu dianggap lebih dulu terperangkap offside.
Bermaksud menyeimbangkan keadaan, Arema justru harus kembali menerima kenyataan pahit. Persija berhasil menggandakan keunggulan lewat gol yang dibuat Agu Cashmir di menit ke-67. Striker yang pernah merumput di Liga Hongkong itu beraksi mengecoh Purwaka sekaligus Meiga, sebelum akhirnya melepaskan tembakan datar menyusur yang kembali menjebol gawang Arema.
Tertinggal 2-0 tak membuat anak-anak Singo Edan lantas putus asa. Tanpa kenal lelah, Esteban Gullien dkk terus mencoba membangun serangan demi mencetak gol balasan. Usaha mereka pun tak sia-sia. Gol yang ditunggu-tunggu Aremania yang memadati SUGBK akhirnya tercipta di menit ke-72.
Adalah Chmelo Roman yang membuka harapan tim tamu lewat heading yang merobek jala gawang Persija. Pemain asal Slovakia itu menyambut tendangan bebas Esteban dari sektor kanan pertahanan Macan Kemayoran. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-2 dan membuat tensi pertandingan semakin memanas.
Pelatih Miroslav Janu rupanya memanfaatkan moment tersebut untuk mengejar gol tambahan demi mengamankan poin dalam lawatan tandangnya kali ini. Manager Coach yang sempat menjadi asisten pelatih Slavia Prague itu pun memasukkan dua pemain berkarakter menyerang, yaitu Dendi Santoso dan TA Musafri.
Daya gedor Arema semakin meningkat setelah masuknya dua pemain depan yang memiliki akselerasi prima tersebut. Namun Persija tak rela terus ditekan. Pelatih Rahmad Darmawan justru memasukkan pemain kunci serba bisa, M Nasuha untuk kembali memperlebar selisih.
Sayang, hingga peluit panjang dibunyikan tanda laga usai, tak satu pun gol tercipta. Kemenangan dramatis ini mengantar Persija menyodok naik ke posisi runner up klasemen sementara. Sementara Arema harus rela merosot turun ke posisi keempat.
Miroslav Janu sendiri usai pertandingan mengaku tetap bangga terhadap penampilan anak didiknya. Dia menganggap, kalah dan menang dalam sebuah pertandingan adalah wajar.
‘’Saya tidak kecewa karena kami sebenarnya bermain bagus. Inilah olah raga, kadang Anda menang kadang kalah,’’ ujar Miroslav Janu seusai pertandingan.
Saat disinggung mengenai dianulirnya gol Arema di babak kedua, pelatih asal Ceko ini mengaku tak terlalu tahu persis. Karena itu, Miro tak mau memberikan komentar sebelum melihat tayangan ulang. ’’Saya tidak tahu. Yang seharusnya tahu Anda,’’ sebut Miro.
Bagi Arema, kekalahan ini memaksa mereka turun ke posisi empat. Sang juara bertahan kini mengoleksi 14 poin dari delapan laga.
Sedangkan Persija berhak naik ke posisi dua klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) dengan poin 17. Tim asal ibukota itu terpaut dua poin dari Persipura Jayapura yang masih duduk di posisi teratas.