Menyusul mundurnya tiga klub Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 membawa dampak perubahan formasi peserta kompetisi yang direstui PSSI ini. Dari semula 18 klub, kini tersisa 15 klub yang menyatakan komitmen untuk melajutkan ISL.Komitmen 15 klub peserta ISL ini disampaikan PT Liga Indonesia atau Badan Liga Indonesia saat manager meeting di hotel Grand Melia, Jakarta, Senin (3/1) malam. Mereka juga
menyayangkan mundurnya tiga klub tersebut dari ISL.‘’Ya, dari hasil manager meeting kemarin (Senin malam, Red.), 15 klub menyatakan kecewa atas mundurnya tiga klub itu (Persema, PSM, Persibo, Red.) dan 15 klub ini menyatakan komitmen untuk melajutkan ISL,’’ ungkap media officer Arema, Sudarmaji yang ikut hadir di manager meeting itu.
Tiga klub yang telah mengirim surat pengunduran diri dari ISL itu adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar. Rencana hingga Kamis (6/1) besok, tiga tim ini diberi tenggang waktu untuk berfikir ulang.
Jika tak ada perubahan, maka BLI memutuskan secara definitif tiga tim tersebut resmi dinyatakan mundur dari ISL. Konsekuensinya, BLI menghitung ulang perolehan poin dari 15 tim yang telah bartanding dengan Persema, Persibo dan PSM.
‘’Akibat tiga klub mundur, maka ada penghapusan poin, akumulasi kartu kuning dan denda. BLI juga akan mengganti kerugian finansial baik untuk laga home dan away. Lalu tiga klub itu dengan sendirinya terdegradasi,’’ jelas Darmaji.
Mundurnya tiga klub ini pun secara otomatis merubah posisi klasemen sementara ISL yang nantinya tidak ada degradasi langsung. Untuk posisi 15, atau posisi juru kunci bakal tampil di babak play off menghadapi tim posisi 4 Divisi Utama.
‘’Untuk tim Arema, dengan mundurnya tiga tim ini tidak ada pengaruhnya, Cuma pengurangan poin saat lawan Persibo (17 Oktober 2010), dan pengaruhnya di klasemen. Rencananya minggu depan, BLI merilis klasemen yang telah berubah,’’ terang Darmaji.
Berdasarskan perhitungan Malang Post, meski Arema harus dikurangi tiga poin, tidak membuat posisi tim berjuluk Singo Edan ini turun. Justru Arema naik satu strip ke posisi runner up dibawah Persipura setelah menggeser posisi PSM.
‘Hilangnya’ PSM dari peringkat kedua, mengantarkan Arema mendekati pimpinan klasemen sementara, Persipura yang juga dikurangi tiga poin. Disusul Persija Jakarta, yang tanpa ada pengurangan poin, naik ke peringkat tiga.
Nasib tak beruntung dialami Semen Padang yang dari peringkat empat harus turun ke posisi lima setelah dikurangi enam poin. Ironisnya lagi, enam poin Semen Padang itu justru didapat di kandang PSM dan Persema.
Bagi pelatih Arema, Miroslav Janu, pengurangan poin untuk timnya tak jadi persoalan, menyusul BLI memberlakukannya untuk semua tim. Justru menjadi keuntungan tersendiri, lantaran Arema kini lebih dekat dengan Persipura.
‘’Kita ikut saja keputusan PSSI untuk pengurangan poin ini, apalagi ini juga sama-sama untuk semua klub, mau apalagi, kita lihat nanti hasil perubahan posisinya,’’ ungkap Miro saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore.
‘’Kita tidak ada masalah, meski ada tim yang beruntung karena belum bertandingan lawan tiga tim itu, dan ada tim yang tidak beruntung seperti Semen Padang yang harus dikurangi enam poin, tidak apa-apa,’’ sambungnya.
Boleh jadi Arema termasuk yang diuntungkan dengan perubahan klasemen sementara ISL 2010/2011 ini. Setidaknya untuk persaingan di papan atas, PSM sebagai salah satu pesaing kuat sudah tergusur dari daftar ISL.
Sumber : Malang Post


