
Usai menelan kekalahan 1-2 atas Persija Jakarta kemarin sore, pelatih Arema, Miroslav Janu secara jantan mengakui kekalahan tim asuhannya. Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, kekalahan kemarin tak lepas dari lini belakang Arema yang tidak disiplin.
Miro pun menilai, dari pertandingan tersebut, harusnya Arema bisa bawa pulang satu poin dari Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Sayang, satu gol Arema lewat tandukan Roman belum cukup mengejar dua gol tuan rumah dari Greg Nwokolo dan Agu Casmir.
“Ya, sore ini kita kalah, tapi harusnya minimum kita bisa dapat satu poin, kalau pemain tampil disiplin. Kita akui, sore ini Greg main bagus, dia bisa ciptakan peluang dan cetak gol sendiri. Gol kedua Persija prosesnya juga sama, pemain kita hilang konsentrasi,” evaluasi Miro usai pertandingan.
Mantan pelatih Slavia Praha ini mengakui, pertandingan kemarin berjalan cukup bagus, dengan atmosfir pertandingan juga bagus. Dua supporter besar, Aremania dan The Jakmania yang memadati stadion bisa bersama-sama mengamankan jalannya pertandingan hingga usai.
“Bermain di luar kandang menghadapi tim kuat seperti Persija, kita masih memiliki empat peluang bagus, itu sudah bagus. Seperti di babak pertama, kita main bagus, dan kalau sampai peluang kita bisa jadi gol, hasil pertandingan bisa beda,” terang Miro saat jumpa pers.
Dua peluang bagus dimiliki Arema pada babak pertama yaitu lewat tandukan Noh Alam Shah dan Pierre Njanka, namun Persija masih diselamatkan mistar gawang. Justru tim asuhan Rahmad Dharmawan ini bisa mencuri gol pada masa injury time babak pertama, lewat aksi individu Greg.
“Babak pertama harusnya bisa 0-0, tapi lini belakang kurang disiplin, sehingga kesalahan di menit akhir bisa jadi gol. Untuk babak kedua, saya lihat gol Alam Shah harusnya tidak offside, saya tidak tahu, saya mau lihat rekaman pertandingannya,” sebut Miro yang hanya bisa memperkecil kekalahan timnya lewat gol Roman.
Sementara itu pelatih Persija, Rahmad Dharmawan mengakui sukses timnya karena berhasil memanfaatkan kelengahan Arema. Selain itu, menurut pelatih yang akrab disapa RD ini, timnya menang setelah pada laga uji coba di Malang beberapa waktu lalu kalah 0-2 dari Arema.
“Kita belajar dari kekalahan saat uji coba di Malang dulu, saat itu secara organisasi kita tidak kalah, cuma saat itu pemain kurang fight. Jadi sore ini saya tekankan pada pemain untuk tampil fight, khususnya menghadapi Arema yang selalu tampil 100 persen,” terang RD.
Sebagai resiko pemain tampil fight, menurut mantan pelatih Sriwijaya FC ini membuat tiga pemainnya di ganjar kartu kuning. “Kita harus kerja keras menghadapi lawan yang tampil solid. Apalagi organisasi pertahanan Arema cukup bagus, dan justru kita sempat tertekan,” jelasnya.
“Namun situasi permainan akhirnya berubah, setelah kita curi gol dengan memanfaatkan kelengahan lawan. Secara umum pertandingan sore ini berjalan cukup menarik. Kita akui Arema tim kita, hanya beda nasib saja dengan Persija,” sambung RD mengakui satu gol Arema lewat saundulan Roman itu lantaran pemainnya melakukan kesalahan dalam mengawal gelandang Arema itu.


