Kamis, 06 Januari 2011

Kehabisan Kiper, Minta Dispensasi

Tujuh pemain Arema mendapat kesempatan bergabung dengan Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk menghadapi Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Itu sesuai dengan surat nomer 07/AGB/01/I-2011 perihal pemangillan seleksi Timnas U-23.
Dua dari tujuh pemain, yaitu Yongki Ariwibowo dan Kurnua Meiga dinyatakan langsung gabung pemusatan latihan atau TC (Training Center), tanpa seleksi.
Pasalnya, dua pemain ini sebelumnya sudah gabung Timnas senior di Piala AFF. Untuk lima pemain, Aji Saka, Achmat Farisi , Dendi Santoso, Sunarto dan Irfan Raditya akan memulai seleksi 10 dan 14 Januari nanti. Persoalannya, jadwal seleksi Timnas U-23 ini hampir bersamaan dengan jadwal pertandingan Arema.
Sebut saja untuk dua pertandingan away Arema menghadapi Persija Jakarta dan PSPS Pekanbaru, digelar 9 dan 12 Januari. Sedangkan dari tujuh pemain Arema itu, sebagian besar adalah pemain kunci di tim inti Singo Edan.
Minus Yongki yang masih dibekap cedera lutut, Meiga, Farisi dan Dendi Santoso dipercaya pelatih Arema, Miroslav Janu untuk masuk tim inti. Khususnya Meiga, kiper muda ini masih menjadi pilihan utama untuk menjaga gawang Arema.
Untuk itu, manajemen Arema meminta dispendasi kepada Badan Tim Nasional terkait pemanggilan pemain Arema untuk seleksi Timnas ini. Terlebih untuk pemanggilan seleksi tahap pertama yang rencananya digelar Kamis (6/1) hari ini.
’’Secara lisan, kita sudah sampaikan kepada BTN agara pemain seperti Meiga yang sudah tahu kualitasnya itu diberi kesempatan untuk tidak ikut seleksi, karena saat ini dia dibutuhkan tim,’’ ungkap Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Kebetulan untuk saat ini, Arema tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi Persija Jakarta, Minggu (9/1) depan. Meiga yang harusnya gabung pada seleksi tahap pertama hari ini, masih diplot sebagai kiper utama untuk big match nanti.
’’Untuk seleksi tahap kedua, kita juga meminta BTN bisa memahami kondisi Arema, karena sebagian pemain dibutuhkan untuk laga away nanti. Ya, kalau memang diperlukan surat resmi, kita akan buat surat resmi untuk dispensasi ini,’’ terang Abriadi.
Pastinya, menurut pria yang juga Ketua Panpel Arema ini, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan BTN. Sayangnya, manajemen Arema belum mendapat kepastian perihal konsep TC jangka panjang yang bakal diberlakukan Timnas U-23.
Termasuk dalam acara manager meeting klub-klub ISL di Jakarta, Senin (3/1) kemarin belum membahas perihal agenda TC Timnas. Padahal jika itu jadi diberlakukan, seperti tim Arema bakal kehilangan beberapa pemain pilarnya.
’’Pada acara manager meeting, fokus kita lebih kepada tim yang keluar dari ISL, sehingga tak sempat bahas Timnas. Tapi untuk soal TC jangka panjang, sepertinya klub masih bisa pinjam pemainnya dari Timnas saat dibutuhkan,’’ jelas Abriadi.
Sedangkan Miroslav Janu ancang-ancang memanggil pemain Arema U-21 jika BTN ternyata tak memberi tim Arema dispensasi. Itu menjadi satu-satunya solusi, dengan banyaknya pemain Arema yang dipanggil untuk seleksi Timnas U-23.
‘’Ya, kalau banyak pemain Arema yang dipanggil seleksi Timnas, kita akan ambil pemain Arema U-21, karena sekarang mau ambil pemain darimana lagi,’’ sebut Miro usai memimpin latihan di Stadion Gajayana, kemarin pagi.
Sementara itu, dari pengurus BTN hingga kemarin sore belum bisa dikonfirmasi perihal keinginan Arema untuk mendapatkan dispensasi. Termasuk manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla belum bisa dikonfirmasi.