Jumat, 21 Januari 2011

Krisis Penjaga Gawang


Krisis penjaga gawang menjadi hal yang tak bisa dihindari Arema dalam waktu dekat. Pemangilan sejumlah penggawa muda untuk bergabung pemusatan timnas U-23 besutan Alfred Riedl menjadi penyebabanya. Pasalnya, satu dari empat nama pemain yang dipanggil memiliki pos penting dalam skuad.

Tak tanggung-tanggung, penjaga gawang utama tim lah yang harus meninggalkan skuad untuk sementara waktu. Siapa lagi kalau bukan Kurnia Meiga Hermansyah. Bersama Alfarisi, Dendi Santoso dan Yongki Aribowo, kiper jangkung berusia 20 tahun itu harus kembali bergabung dalam pemusatan latihan tim Garuda (julukan Indonesia).
Padahal tenaga pemain yang akrab dipanggil Enthong ini sangat dibutuhkan tim demi mencuri angka di bumi Sriwijaya. Selama ini, penjaga gawang kelahiran Jakarta, 7 Mei 1990 itu merupakan pilihan utama di bawah mistar. Kualitasnya sebagai kiper muda terbaik di tanah air tak terbantahkan. Dibuktikan dengan gelar pemain terbaik ISL 2009-2010 serta suksesnya menembus skud timnas senior di saat usianya yang masih belia.
Meiga bakal absen saat timnya harus berjibaku menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC Rabu (25/1) mendatang. Artinya, pemain jebolan Diklat Ragunan itu hanya bisa membela Arema saat bentrok menantang Persib Bandung Minggu (23/1) lusa. Kehilangan Meiga cukup disesalkan kubu Singo Edan.
“Tanpa dia, jelas sangat berpengaruh bagi tim. Tapi mau bagaimana lagi,” ungkap asisten pelatih kiper, Dwi Sasmianto kepada Malang Post.
Mau tak mau, tim berlogo kepala singa harus mengoptimalkan kekuatan yang ada. Artinya, opsi terbaik tim pelatih adalah memaksimalkan dua penjaga gawang yang tersisa, yaitu Achmad Kurniawan dan Aji Saka. “Masih ada AK (panggilan Achmad Kurniawan) dan Aji. Kiper kedua dan ketiga memang harus siap,” imbuh mantan pemain yang akrab dipanggil Kirun itu.
Namun untuk Aji Saka, kini konsentrasinya harus terpecah. Pasalnya, penjaga gawang asal Wagir itu juga dimainkan di kompetisi ISL U-21. Saat Arema U-21 tanding melawan Persela U-21, Rabu (21/1) lalu di Stadion Kanjuruhan, Aji Saka menjadi penjaga gawang utama.
Disinggung soal keinginan merekrut penjaga gawang baru, Dwi tak memungkiri. Menurutnya, penambahan amunisi di sektor bawah mistar menjadi pilihan tepat untuk mengatasi krisis yang besar kemungkinan bakal sering terjadi. Maklum saja, Meiga dipastikan bakal kerap dipanggil memperkuat timnas di berbagai ajang. Apalagi, selain turun di ISL, musim ini Arema juga harus tampil di Liga Champions Asia (LCA).
“Ya, kita memang ada keinginan merekrut kiper baru,” tandasnya.
Dalam waktu dekat, perburuan akan segera dimulai. Namun, mencari penjaga gawang baru yang berkualitas di tengah kompetisi yang sedang bergulir diakui Dwi bukanlah perkara mudah. “Kita ingin cari kiper jadi yang bagus dan sudah berpengalaman. Masalahnya, ada atau tidak di tengah kompetisi seperti sekarang. Jadi kita masih berburu,” bebernya.