Pelatih Miroslav Janu tampaknya tak ingin timnya pulang dengan tangan hampa alias tanpa poin dalam lawatan ke kandang Persija Jakarta. Arema sedianya menantang tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Minggu (9/1) lusa.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Noh Alamshah dkk untuk bisa terus bertengger di papan atas klasemen sementara ISL
musim ini. Saat ini, tim berlogo kepala singa bercokol di posisi kedua dengan total 14 poin, hasil dari tujuh kali bertanding di putaran pertama.
Ambisi menang terlihat dalam latihan terakhir jelang keberangkatan tim ke ibukota hari ini.
Rombongan bertolak menuju Jakarta pagi ini dengan Sriwijaya Air dari Bandara Abdurachman Saleh. Dalam latihan yang digeber di Stadion Gajayana sore kemarin, manager coach Miroslav Janu lebih banyak memberikan menu latihan penyelesaian akhir alias finishing touch kepada anak buahnya.
Ahmad Bustomi dkk di drill mengonversikan gol dari berbagai skema tendangan bola mati. Pemain yang ditunjuk sebagai eksekutor diwajibkan melepaskan tendangan terukur yang dikirim sebagai umpan manis ke muka gawang.
Pemain lainnya bersiap menyambut sepakan tersebut untuk kemudian menjaringkan bola dengan sentuhan akhir, baik dengan tendangan first time maupun tandukan.
Ronni Firmansyah didapuk sebagai algojo dalam latihan tersebut. Gelandang bernomor punggung 18 itu ditugasi sebagai eksekutor bola-bola mati, baik dari jarak jauh maupun tendangan sudut. Mereka terlihat sekali disiapkan untuk menjadi ‘penembak jitu’.
Umpan matang yang dikirim pemain kelahiran Banyuwangi itu lantas dimanfaatkan para pemain depan macam Noh ‘Along’ Alamshah dan Chmelo Roman untuk menjebol gawang yang dijaga bergantian oleh trio kiper Kurnia Meiga, Achmad Kurniawan (AK) dan Aji Saka.
Latihan dilanjutkan dengan small games separuh lapangan dengan dua gawang. Miro membagi dua timnya, satu skuad berompi kuning dan sisanya tanpa rompi. Komposisi pemain berompi kuning didominasi para penggawa yang selama ini sering dipercaya menghuni barisan inti.
Lini belakang diisi duet Leonard Tupamahu dan Purwaka Yudi, ditopang Zulkifly dan Beny Wahyudi sebagai bek sayap. Sektor gelandang dihuni trio Juan Revi, Ahmad Bustomi dan Esteban Guillen.
Sementara lini penyerangan diisi tridente Chmelo Roman dan M Ridhuan yang menyokong Along sebagai target man. Formasi ini sepertinya menjadi bayangan starting line up saat menghadapi Persija.
Jelang latihan usai, Miro memanggil sejumlah pemain untuk menambah porsi latihan. Mereka diantaranya, Along, Dendi, Roman, Sunarto, Ridhuan, Musafri dan Leonard. Tujuh pemain itu sengaja tidak boleh meninggalkan lapangan seperti rekan-rekannya yang lain untuk melatih finishing touch mereka.
Dipimpin langsung Miroslav Janu didampingi asisten pelatih Toni Ho dan Joko Susilo plus pelatih kiper Dwi Sasmianto, secara bergantian mereka menerima sodoran umpan silang di muka gawang untuk menjebol gawang yang secara bergiliran dikawal Meiga, AK, Aji dan kiper Arema U-18, Teguh. Dari sederetan pemain tersebut, tentu mengherankan mengapa Leo juga di drill layaknya penyerang.
Miro rupanya memiliki strategi khusus. Mantan asisten pelatih Slavia Prague itu berupaya memaksimalkan setiap peluang yang dimiliki anak asuhnya di pertandingan nanti. Tak terkecuali dari akselerasi pemain belakang. Sesekali, para pemain bertahan memang berkesempatan membantu penyerangan kala tim mendapat kesempatan bola-bola mati di muka gawang lawan.
Terlebih Leo memiliki postur tinggi besar yang menunjang untuk memenangi duel bola-bola atas dengan pemain musuh. Agresifitas Leo selama ini juga dikenal cukup baik. Pemain kelahiran 9 Juli 1983 itu piawai memecah kebuntuan ketika ikut naik membantu serangan. Tak sedikit gol diciptakannya saat masih membela Persija dulu.
Meski bakal menerapkan pola offensife di pertandingan nanti, Miro enggan berbicara soal target kemenangan. Menurutnya, setiap tim jelas memiliki target maksimal di tiap laga yang bakal dilakoni. Namun, pelatih asal Ceko itu mengaku sengaja memberi menu latihan khusus bagi para pemain depan. “Pemain depan memang sengaja saya minta untuk berlatih sendiri, seperti kamu lihat,” jawabnya sembari berlalu.
Mantan arsitek PSM Makassar ini rencananya membawa 20 pemain sebagai amunisi bertandang ke markas dua tim yang akan dihadapi dalam waktu berdekatan. Usai menantang Persija, Singo Edan bakal melawan PSPS Pekanbaru tiga hari berselang. Laga away kedua tahun 2011 itu sedianya dimainkan di Stadion Kuantan Singingi. Tapi Miro ogah menyebutkan siapa saja nama pemain yang akan dibawa maupun ditinggal. ‘’Kita bawa 20 pemain saja,’’ imbuhnya singkat.



