
Setelah susah payah menaklukkan Persipura Jayapura 1-0, Arema sukses membantai Persiwa Wamena 4-0 dalam laga terakhir putaran pertama kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 di stadion Kanjuruhan, kemarin sore.
Empat gol kemenangan Arema masing-masing dicetak Ahmad Bustomi (23’), Muhamd Ridhuan (35’) dan Amirudin dua gol (76’, 89’). Hasil ini mengantarkan Arema menempati posisi runner up klasemen sementara ISL musim ini.
Menurut pelatih Arema, Miroslav Janu, pada pertandingan kemarin sore Arema harusnya bisa hingga enam gol. Meski pelatih asal Republik Ceko ini juga mengakui, Persiwa memiliki tiga peluang bagus yang juga bisa berbuah gol.
“Menurut saya hasil 4-0 sore ini tidak bagus untuk Persiwa, karena saya pikir kita harusnya bisa menang 6-3. Persiwa main bagus, mereka punya pemain depan yang bagus, kita tahu kualitas mereka,’’ komentar Miro usai pertandingan kemarin sore.
Pelatih asal Republik Ceko ini tak merinci tambahan dua gol untuk timnya, namun dirinya yakin Arema harusnya minimal dapat dua kali hadiah penalti. Sayangnya, wasit asal Bandung, Ahmad Suparman terlihat sering merugikan tim Arema.
‘’Soal wasit, saya tidak mau komentar, kamu bisa lihat sendiri, menurut saya, kita harusnya dapat hadiah dua penalti,’’ ungkap Miro perihal peluang timnya untuk bisa menang lebih besar pada pertandingan kemarin sore.
Selain beberapa peluang bagus lainnya, ada sedikitnya dua kali Arema dirugikan dengan keputusan wasit terkait peluang dari penalti. Pertama menit 52 saat Chmelo Roman dilanggar pemain belakang Persiwa di kotak penalti dibiarkan begitu saja.
Berikutnya menit 70, pemain asing Persiwa, Sasa Becevic terlihat melakukan handsball di kontak penalti, juga dibiarkan oleh wasit. Secara umum, wasit cenderung merugikan tim Arema pada pertandingan kemarin sore.
Termasuk pada menit 61 saat striker Arema, Noh Alamshah mencetak gol setelah menerima umpan dari Ridhuan ternyata dianulir wasit karena dianggap offside. Padahal striker asal Singapura ini melakukan pergerakan dari belakang.
Terlepas itu, tim tamu juga memiliki beberapa peluang bagus yang cukup mengancam gawang Arema. Namun dengan solidnya pertahanan Arema dan penampilan kiper Ahmad Kurniawan yang bagus, tak satu pun peluang Persiwa jadi gol.
‘’Sore ini kita menghadapi tim yang diuntungjan jadwal karena memiliki istirahat yang bagus, sedangkan pemain kita capek. Terlihat pemain tidak ada speed. Tapi sore ini kita main dengan hati, untuk bisa menang,’’ terang Miro.
‘’Kita main maksimal untuk Aremania yang datang ke stadion, terimakasih untuk pemain dan terimakasih untuka Aremania. Satu bulan lagi kita akan main di home lagi,’’ sambung pelatih yang mengisntruksikan pemainnya untuk menang.
Meski demikian, Miro tak membantah performa timnya saat lawan Persiwa kemarin tak sebagai seperti saat lawan Persipura. Faktor kelelahan menjadi alasan pemainnya yang dua kali secara beruntun menjamu tim asal Papua itu.
‘’Saya tahu performa sore ini tidak seperti lawan Persipura. Itu pengaruh karena ada satu tim bisa seminggu istirahat dan satu tim lainnya hanya tiga hari istirahat. Kalau saja Persiwa bertanding lawan Persema, tentu akan berbeda,’’ jelas Miro.
Untuk itu pergantian pemain tetap menjadi salah satu kunci sukses Arema kemarin sore. Seperti mengganti Musafri dengan Amirudin sejak kick off babak kedua, menjadi salah satu pergantian yang tepat untuk kemenangan kemarin sore,
‘’Kita ganti Musafri karena kita tahu Amirudin punya teknis dan kecepatan bagus. Kita harus ganti pemain yang lebih bagus, seperti saya lihat Bustomi tadi capek dan kita ganti Juan Revi. Pergantian ini harus lebih baik,’’ yakin Miro.


