Sabtu, 12 Februari 2011

Tunggu Gol Amir di Jepang


Ahmad Amiruddin membuktikan bahwa dirinya belum ‘habis’. Sebagai seorang bomber, ketajamannya sering diragukan lantaran sempat tak kunjung menyumbangkan gol bagi timnya. Namun, penyerang berusia 28 tahun itu mementahkan anggapan bahwa memainkannya adalah keputusan keliru.
Dua gol yang disarangkannya ke gawang Persiwa Kamis (10/2) lalu seolah menjadi garansi penampilannya. Dimainkan sebagai pengganti di babak kedua, eks penyerang PSM Makassar itu tampil menawan dalam membombardir pertahanan tim asal Wamena. Aremania pun berpesta merayakan gol pemilik nomor 99 Arema itu di menit 76 dan 89.
Pemain kelahiran Bone itu bermain apik sebagai winger kiri. Meski bukan pemain spesialis sayap, Amir (sapaan akrabnya) mampu memerankan tugas dengan sempurna. Bukan hanya merepotkan sektor belakang kubu tamu, mantan pilar timnas itu justru sukses mengoyak jala Persiwa dua kali untuk menggandakan keunggulan Singo Edan menjadi 4-0.

Atas performa memikat yang ditunjukkannya, Amir berpeluang menjadi starter di laga-laga Arema selanjutnya. Pelatih Miroslav Janu tampaknya puas dengan kinerjanya di lapangan. Apalagi, der trainer asal Ceko itu kekurangan opsi di lini depan, seiring dipanggilnya Dendi Santoso dan Yongki Aribowo memperkuat timnas U-23. TA Musafri dan M Fachrudin juga belum menunjukkan aksi gemilang saat dipercaya mengisi pos penyerang sayap kiri.

Meski begitu, Amir tak lantas besar kepala. Menurutnya, tetap pelatih lah yang memiliki kewenangan untuk memainkannya di setiap pertandingan.
“Tergantung pelatih saja. Kalau dipasang ya main. Lalu main dan bisa mencetak gol ya disyukuri. Kan sudah ada yang menentukan,” ungkapnya kepada Malang Post kemarin.

Penyerang yang dikenal memiliki akselerasi dan dribbling mengagumkan itu berkesempatan menunjukkan aksi menawannya saat Arema bertanding kembali 2 Maret mendatang. Tak tanggung-tanggung, Singo Edan bakal mengawali kiprah di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2011 dengan lawatan ke kandang Cerezo Osaka.

Kontestan J-League (Liga Jepang) itu jelas tak bisa disamakan dengan skuad Liga Super yang selama ini dihadapi tim berlogo kepala singa. Perjuangan para bomber Singo Edan dipastikan cukup berat untuk menembus barikade pertahanan tuan rumah yang tampil di hadapan publiknya sendiri.
“Dulu PSM juga pernah berlaga di LCA. Lawannya juga tim asal Jepang, yaitu Yokohama Marinos. Tapi untuk bertanding di Jepang, saya belum pernah. Ini bakal menjadi kesempatan berharga,” tukas suami Evi itu bersemangat.