Rabu, 07 Desember 2011

Arema Kalah Lawan Persela

Tampil di kandang sendiri, Arema gagal mempersembahkan kemenangan perdana bagi ribuan pemuja setianya saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Selasa (6/12) sore kemarin. Dalam debutnya di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 tersebut, pasukan Singo Edan dipaksa menyerah 0-1 (0-0) dari tim tamu.
Adalah gol Mario Alejandro Costas pada menit ke-81 yang membuyarkan asa tuan rumah mengamankan poin perdananya musim ini. Sebiji gol bomber bernomor punggung 18 itu sekaligus mematahkan rekor Singo Edan yang sebelumnya tak pernah takluk di kandang sejak 2010 lalu.

Kekalahan ini jelas menjadi noda dalam karier kepelatihan Wolfgang Pikal yang tengah melakoni debutnya sebagai arsitek klub profesional Liga Indonesia. Tactician asal Austria ini menyebut mepetnya masa persiapan sebagai biang kegagalan skuadnya memetik poin penuh pada laga perdananya.

“Kita hanya memiliki waktu sembilan hari untuk persiapan, dan itu tidak maksimal. Anak-anak sudah bekerja keras. Persela lebih beruntung. Sekarang kita harus siap-siap menyongsong dua pertandingan di depan,” bebernya dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Pada laga yang disaksikan sekitar 11 ribu penonton sore itu, Arema langsung tampil menggebrak begitu peluit kick off babak pertama ditiup wasit Setiyono. Serangan awal yang dibangun tuan rumah langsung berbuah ancaman di jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir (julukan Persela).

Sayang dari tiga percobaan, bola gagal merobek jala gawang yang dikawal Choirul Huda. Dalam serangkaian serangan, tembakan Boy Jati Asmara membentur mistar, bola rebound yang disambar Dicky Firasat juga menerpa tiang gawang sedangkan bola mentah kali ketiga lantas disambut Marcio Souza namun masih mengenai penjaga gawang.

Baru 10 menit laga berlangsung, tuan rumah sudah harus melakukan pergantian pemain seiring cedera yang menimpa penjaga gawang Dian Agus Prasetyo. Kiper utama asal Ponorogo itu mengalami cedera patah tulang kering dalam upayanya menendang bola tendangan gawang. Posisinya di bawah mistar langsung digantikan Rudi Ardiansyah.

Sepanjang paro awal laga, kedua kubu terus saling obral ancaman. Persela yang berkostum biru langit memainkan tempo dengan mengandalkan umpan pendek antar pemain yang sistematis. Sedangkan Singo Edan terlihat kerap terburu-buru membangun serangan lewat umpan-umpan jauh dan bertumpu pada agresifitas para winger.

Persela mengancam tuan rumah diantaranya lewat aksi Rudi Widodo di menit ke-20, dan Zaenal Arifin menit ke-29. Namun bola shooting keduanya masih melebar tipis dari sasaran. Sedangkan Arema banyak membahayakan gawang tim tamu lewat upaya Marcio Souza.

Singo Edan bahkan sempat mencetak gol melalui Seme Pierre Patrick pada menit ke-43. Sayang gol defender asal kamerun itu dianulir wasit karena dianggap lebih dulu melanggar Choirul Huda dalam duel perebutan bola di muka gawang. Skor kacamata (0-0) bertahan hingga turun minum.

Tensi laga semakin meningkat pasca rehat. Kedua kubu bertambah agresif melancarkan serangan demi memecah kebuntuan. Arema tetap mengandalkan kecepatan pemain sayapnya, sedangkan Persela makin leluasa mendikte tempo permainan lewat penguasaan sektor tengah.

Berulang kali menyerang, tuan rumah justru kecolongan saat pertandingan memasuki menit ke-81. Berawal dari pergerakan Zaenal Arifin dari sisi kiri pertahanan Singo Edan, pemilik nomor punggung 2 Laskar Joko Tingkir itu langsung menyodorkan umpan terukur ke muka gawang.

Bola silang yang meluncur deras nyatanya mengecoh tiga pemain belakang meliputi Nurul Mauludi, Seme Patrick dan Steven Hesketh termasuk kiper Rudi Ardiansyah. Dengan mudah, Mario Costas yang menerima umpan matang tinggal meneruskan bola melewati garis gawang. Seantero stadion pun tercengang.

Waktu 10 menit terakhir menjadi kesempatan berharga bagi tuan rumah untuk mengkreasi gol balasan. Pada menit ke-82, Arema hampir menyamakan skor andai bola tendangan Dicky Firasat tidak membentur mistar. Gol yang dinantikan tak kunjung tercipta hingga wasit Setiyono meniup peluit panjang. Persela sukses memetik poin sempurna pada lawatan perdananya ke kandang singa.

Usai laga, rona sumringah terlihat jelas di rauh wajah pelatih Persela, Miroslav Janu. “Inilah sepakbola. Sorry Arema, sorry Aremania, sorry coach (Wolfgang Pikal, Red). Arema main bagus hari ini. Mereka kerja keras. Andai saja mereka punya waktu persiapan lebih lama. Senang sekali bisa menang. Arema belum pernah kalah di kandang sejak musim lalu,” terang entrenador yang musim lalu menukangi Singo Edan tersebut. 

Sumber