Jumat, 14 Januari 2011

Coach: "Harus Ganti Pasangan"


Mengacu pada dua laga away Arema ke Jakarta dan Pekanbaru, pelatih Arema, Miroslav Janu menuntut adanya perubahan jadwal untuk Singo Edan. Khususnya menyangkut couple atau pasangan tim Arema dalam melakukan laga away. Itu setelah Persema, yang selama ini jadi pasangan Arema memilih mundur dari kompetisi Indonesia Super League.

Miro menilai, lawan kedua Arema dalam turnya keluar kandang bakal mendapat keuntungan dengan tidak bertanding lebih dulu lawan Arema. Tak hanya soal beda kebugaran, calon Arema bakal tampil dengan kondisi relatif lebih komplit karena tidak ada ancaman cedera maupun akumulasi sebelum menjamu Arema.
"Seperti keuntungan PSPS tidak main karena Persema mundur, ini tidak bagus, Arema harus ganti pasangan, karena sudah tidak satu paket dengan Persema. Kita datang kelelahan, lawan tidak main, PSPS tidak fair," ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu kepada Malang Post, kemarin.
"Sama seperti saat kita away ke Bandung (23/1), Sriwijaya FC lawan Arema berikutnya tidak ada pertandingan, mereka menunggu kedatangan Arema, Sriwijaya juga bisa tidak ada akumulasi, jadwal ini tidak fair. Kita harus ganti paket, mungkin Arema bisa bersama Persijap atau Persiba, karena jadwal tidak sportif," sambung pelatih asal Republik Ceko ini.
Sementara dari PT Liga Indonesia, untuk jadwal putaran pertama ini dipastikan tidak ada perubahan dengan mundurnya Persema, Persibo dan PSM. Kompetisi Indonesia Super League bergulir seperti jadwal semula, dan baru pada putaran kedua nanti, PT LI akan merubah jadwal pertandingan secara keseluruhan.
"Ya, putaran kedua harus ganti jadwal, karena kalau tidak ganti, lawan Arema akan selalu fresh dan siap karena mereka tidak ada laga, Arema yang kelelahan," sebut Miro mengakui dengan jumlah peserta ISL tersisa 15 tim, nantinya akan ada satu yang tidak mendapat pasangan.