
Meyusul adanya surat pengunduran diri Pierre Njanka, manajemen Arema langsung meresponnya. Pada dasarnya manajemen Arema tidak akan menggandoli atau menahan kepergian bek Arema asal Kamerun itu. Bahkan Arema kini siap untuk mencari ganti Njanka.
Menurut evaluasi manajemen dari laga terakhir Njanka bersama Arema saat menghadapi Persija Jakarta, Minggu (9/1) lalu, kapten tim Arema sudah terlihat tampil tanpa semangat dan motivasi. Untuk itu, manajemen Arema tak mau ambil resiko dengan terus mempertahankan mantan pemain Persija itu.
’’Demi persiapan Arema tampil di Liga Champion Asia, Njanka memang sudah direkomendasikan untuk dicoret. Manajemen tidak mau menggandoli kepergiannya,’’ ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji perihal sikap manajemen terkait dengan pengunduran diri Njanka.
Kini manajemen Arema melalui bagian Legal PT Arema Indonesia tengah mempelajari kontrak dan surat pengunduran Njanka tersebut. Itu terkait hak dan kewajiban Njanka maupun manajemen untuk kasus ini. Ada kemungkinan, sisa kontrak Njanka hangus, jika aksi pengunduran dirinya ini dianggap wanprestasi, atau Njanka masih akan menerima gajinya.
’’Soal haknya, masih dikaji oleh Yayasan, dan legal. Tapi pada prinsipnya dia sudah disahkan oleh manajemen Arema untuk mundur,’’ jelas Darmaji perihal status Njanka yang santer disebut-sebut keluar dari Arema karena diiming-imingi gabung Liga Primer Indonesia denga nilai kontrak hingga Rp 4 miliar.
Manajemen pun telah mencium tanda-tanda Njanka bakal menyeberang ke LPI, terbukti dengan surat pengunduran dirinya yang dikirim dari Medco Holding, yang menurut informasi itu adalah kantor LPI. Untuk itu, manajemen Arema pun telah melakukan upaya untuk tidak 'membantu' Njanka bermain di LPI.
Salah satu upaya manajemen itu adalah dengan meminta bantuan PT Liga Indonesia agara KITAS (Kartu Ijin Tinggal Terbatas) milik Njanka dicabut. Pasalnya, KITAS tersebut awalnya dikeluarkan pihak imigrasi lantaran untuk kontrak kerja Njanka di Arema. Sehingga saat dia keluar, KITAS itu pun diminta untuk ditarik kembali.
’’Ya, manajemen sudah mengurus ke PSSI dan PT Liga Indonesia, agar KITAS milik Njanka dicabut, karena dia sudah keluar dari Arema, dan manajemen sudah memutuskan untuk memenuhi pengunduran diri Njanka, dan otomatis kita juga minta ke PSSI untuk ITC (Internasional Transfer Certifikat) milik Njanka juga ditarik,’’ yakin Darmaji.
Lebih lanjut, manajemen menduga Njanka sebenarnya tergesa-gesa dalam mengambil keputusan untuk mundur, jika alasannya adalah karena gaji. Pasalnya selang sehari setelah Njanka mundur, manajemen memenuhi gaji Pemain. Bahkan dari tanggungan tiga kali gaji, manajemen membayar dua kali gaji.
’’Sebenarnya belum masa tiga bulan, kita sudah berusaha penuhi ganji, Njanka sepertinya tergesa-gesa ambil keputusan untuk mundur. Karena komitmen semula, dia mau keluar setelah putaran pertama, dan kita sebenarnya sudah berusaha melakukan antisipasi sebelum dia keluar setelah putaran pertama nanti,’’ jelas Darmaji mengaku Njanka sebenarnya sudah mengetahui perihal rencana manajemen untuk bayar gaji.
Atas pertimbangan itu, spekulasi yang muncul perihal keluarnya Njanka adalah bukan semata-mata karena urusan gaji yang telat. Namun lantaran Njanka memang ingin keluar dan gabung tim lain. Salah satu tim LPI yang kabarnya akan mengontrak Njanka itu adalah Aceh United.
’’Soal keluar itu kembali ke pemain itu sendiri, tapi Yayasan berusaha membentengi dengan memberi pemahaman terkait dampak kalau ikut LPI, terutama pemain lokal, mereka sudsh diajak bicara untuk komitmen, dan manajemen berusaha untuk memenuhi gaji pemain itu,’’ kata Darmaji.
Sementara itu Direktur Aceh United Muhammad Zaini Yusuf, membenarkan Njanka bakal segera bergabung. Dia menyebutkan, timnya terus berbenah demi mempersiapkan diri menghadapi Liga Primer Indonesia. ’’Njanka sedang dalam perjalanan ke Aceh,’’ sebut dia, seperti dilansir sebuah media online.
Bukan itu saja, dia mengaku sudah tercapai kesepakatan nilai kontrak dengan Njanka. Menurut juru bicara LPI Abi Hasantoso, Njanka yang hengkang dari Arema sudah menandatangani kontrak dengan konsorsium LPI pusat. ’’Njanka sudah konfirm,’’ kata Abi.


