Jumat, 14 Januari 2011

Sukses Gantikan Njanka


Tanpa kehadiran seorang Pierre Njanka, lini belakang Arema tetap tampil solid saat dijamu PSPS di kandangnya, Stadion Kuansing Rabu (12/1) lalu. Meski terus dibombardir tim tuan rumah yang tampil agresif sepanjang laga, Singo Edan masih terhindar dari kekalahan.

Gawang Arema memang jebol satu kali, lewat aksi April Hadi di menit ke-30. Beruntung, Esteban Gullien tampil sebagai penyelamat berkat gol balasan yang dibuatnya dari skema tendangan bebas cantik di menit ke-36. Berkat kesigapan barisan pertahanan, PSPS tak mampu menyarangkan gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Apresiasi patut diberikan kepada benteng kokoh di jantung pertahanan Singo Edan. Utamanya penampilan Leonard Tupamahu. Pemain jebolan klub Trisakti itu tampil memikat kala berduet dengan Purwaka Yudi. Tak sedikit pun rasa canggung ditunjukkan pemain yang baru saja memangkas pendek rambut gondrongnya itu.
Padahal Leo, sapaan akrabnya, dimainkan sebagai pengganti Pierre Njanka. Kapten Arema asal Kamerun itu memutuskan enggan melanjutkan kontrak di Arema usai melakoni partai ‘big match’ kontra Persija Minggu (9/1) pekan lalu. Leo dipercaya mengisi posisi lowong yang ditinggalkan bek tangguh berusia 36 tahun itu.
Leo pun mengaku senang dengan kesempatan yang diberikan pelatih Miroslav Janu kepadanya.
“Senang bisa tampil maksimal lawan PSPS kemarin (Rabu, 12/1), dan kita dapat poin. Sebenarnya sudah biasa. Saya sering ganti Purwaka dan Njanka saat dia absen. Ya, wajar saja. Tidak ada masalah,” ujar pemain bernomor punggung 32 itu menanggapi.
Selain Leo yang dinilai bermain bagus, hasil imbang yang diraih tim jelas berkat penampilan gemilang penjaga gawang Kurnia Meiga. Kiper ketiga timnas di ajang Piala AFF 2010 lalu itu tampil impresif dengan menggagalkan sejumlah ancaman berbahaya yang dilancarkan kubu lawan. Tak salah bila pemain asal Jakarta itu dianggap sebagai man of the match.
Meski begitu, Meiga merasa ada yang berbeda dengan tidak adanya Njanka. Kendati tanpa pengawalan bek tangguh yang pernah membela timnas Kemerun di dua edisi Piala Dunia itu, penjaga gawang muda ini masih mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Tanpa Njanka memang terasa beda. Tapi tidak masalah. Yang pasti pada laga tersebut saya capek. Dan soal Njanka, tidak usah tanya saya. Aku tidak ngerti,” tukasnya.