Minggu, 16 Januari 2011

Matangkan Lawan Persiba


Tiga hari. Itulah waktu yang dimiliki pelatih Miroslav Janu untuk memantapkan persiapan jelang laga home perdana mereka di tahun 2011. Pada 19 Januari nanti, M Ridhuan dkk bakal menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad Singo Edan kala bermain di hadapan publiknya sendiri.
Angka sempurna mutlak dibutuhkan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Saat ini tim berlogo kepala singa masih tertahan di peringkat keempat, dengan 15 poin. Satu strip di bawah Persija Jakarta, dan setingkat lebih baik di atas PSPS. Tim asal Pekanbaru itulah yang sukses menahan imbang Kurnia Meiga dkk kala bermain di kandangnya, Stadion Kuansing, Rabu (12/1) lalu.
Chmelo Roman dkk membutuhkan semangat berlipat untuk melibas calon lawan asal kota minyak. Dukungan penuh puluhan ribu Aremania diyakini semakin melecut perjuangan anak-anak Singo Edan untuk membukukan kemenangan prestisius. Tak ada kamus meremehkan lawan meski laga dimainkan di kandang singa.
Terakhir, Juan Revi dkk menorehkan kemenangan kandang saat meladeni Pelita Jaya, 3 November silam. Arema hanya unggul tipis 1-0 untuk menyudahi perlawanan tim asal Karawang itu. Spririt melanjutkan tren positif di rumah sendiri itulah yang ingin kembali diulang anak-anak Singo Edan.
Dalam latihan yang digeber di Lapangan Abdurachman Saleh sore kemarin, seluruh penggawa Singo Edan tampak bersemangat sejak awal. Purwaka Yudi dkk antusias melahap seluruh menu latihan yang diberikan pelatih Miroslav Janu. Mereka tampaknya sadar bahwa Persiba jelas bukan lawan sembarangan. Tim asal Kalimantan Timur itu diperkuat sejumlah nama pemain top macam Aldo Bareto dan Mijo Dadic.
Sayang, latihan berdurasi kurang lebih dua jam sore kemarin tidak diikuti seluruh pemain. Tidak kompletnya armada Singo Edan disebabkan adanya satu pemain yang absent latihan, yaitu M Fachrudin. Pemain berposisi winger itu tak terlihat sejak awal hingga latihan berakhir.
Ketika dimintai keterangan, manager coach Miroslav Janu membenarkan ketidakhadiran pemain bernomor punggung lima itu. Der trainer asal Ceko itu menyatakan bahwa Fachrudin sudah meminta izin kepadanya. “Fachrudin minta izin urusan keluarganya. Dia bilang ada keperluan soal anaknya,” ungkap mantan asisten pelatih Slavia Prague itu kepada Malang Post.