
Kebersamaan Pierre Njanka dengan Arema harus berakhir usai tim berjuluk Singo Edan ini melakoni pertandingan lawan Persija. Tepatnya Senin (10/1) kemarin, Njanka benar-benar memutuskan untuk keluar dari Arema dan tak ikut melanjutkan perjalanan bersama rekan-rekannya menuju Pekanbaru.
Ini adalah keputusan final dari Njanka setelah sebelumnya beberapa kali mengancam akan mundur dari Arema.
Alasan utamanya adalah, dengan belum menerima gaji selama tiga bulan terakhir ini, dirinya secara otomatis memiliki hak untuk keluar. Menurutnya itu sudah sesuai dengan aturan sepakbola dunia, jika tiga bulan tak mendapat gaji, bisa free transfer.
‘’Tidak hanya kontrak saya di Arema, semua kontrak di dunia ini, kalau dalam waktu tiga bulan tak mendapat gaji, maka bisa keluar. Aku sudah bicara ini di ruang ganti kemarin, aku sudah tidak bisa di Arema lagi. Aku akan kirim surat resmi kepada manajemen untuk penguduran diri saya ini,’’ terang Njanka kepada Malang Post, kemarin pagi.
Melalui surat keluar tersebut, Njanka memastikan dirinya sudah resmi keluar Arema. Menurut rencananya, usai dari Jakarta akan langsung pulang ke Malang untuk mengambil barang-barangnya. Setelah itu, Kamis (13/1) besok, mantan pemain Persija ini akan pulang ke Prancis.
‘’Saya harus pulang ke Prancis, saya mau bicara dengan istri saya, dia kemarin pulang karena marah pada saya soal gaji ini. Mungkin satu minggu saya pulang di Prancis lalu kembali ke Indonesisa, saya tidak tahu nanti main dimana, lihat nanti,’’ sebut Njanka yang sudah bulat untuk meninggalkan Arema.
Salah satu alasannya meninggalkan Arema adalah karena masalah dengan keluargannya itu. Meski Njanka mengaku ada pengurus Arema yang marah dengan keputusannya itu. Sekalipun nanti Arema akhirnya membayar gajinya, Njanka belum bisa menjamu untuk kembali ke Arema.
‘’Ya, kalau Arema berjalan bagus lagi, saya bisa kembali, tapi kalau tidak, saya tidak mungkin kembali. Ada pengurus yang marah, tapi saya juga minta pengurus tahu kondisi saya, dan keluarga saya, karena saya tidak bisa lama lagi main sepakbola, karena faktor usia,’’ jelasnya.
Njanka mengaku, saat ini baru Persib Bandung yang serius mendekatinya, namun dirinya belum memberi keputusan. Termasuk tim dari Liga Primer Indonesia menurutnya sudah ada yang mendekatinya. ’’Lihat nanti setelah saya kembali dari Perancis, saya belum ambil keputusan,’’ katanya.
Sumber Malang Post menyebutkan, alasan lain yang membuat Njanka keluar adalah tawaran mengiurkan dari konsorsium LPI. Konon, dia ditawari kontrak Rp 4 miliar untuk jangka waktu dua tahun. Nantinya jika setuju, Njanka akan ditempatkan ke klub di luar Pulau Jawa. Sayang kebenaran informasi ini, belum bisa dikonfirmasi.
Selain Njanka, ada beberapa pemain Arema juga terus didekati LPI. Salah satu kontestan LPI, Tangerang Wolves mengakui pernah melakukan pendekatan kepada Ahmad Bustomi, gelandang Arema. Namun Bustomi memilih tetap di Arema.
Sementara itu pengurus Arema tampaknya tak mau ambil pusing dengan mundurnya Njanka ini. Seperti yang disampaikan Pembina Yayasan Arema, Andi Darussalam Tabussal, tim Arema siap mencari gantinya. ‘’Tidak masalah, kita akan cari gantinya,’’ sebut pria yang akrab ADS ini.
Sedangkan pelatih Arema, Miroslav Janu memilih tak mau banyak komentar soal mundurnya Njanka. Menurutnya, mundurnya Njanka karena alasan gaji tidak masuk akal, karena pemain yang lain masih tetap mau bertahan. ’’Dia mau keluar dan cari alasan,’’ kata Miro.
‘’Njanka pintar. Lihat nanti saja kemana dia, saya tidak mau komentar dulu. Sekarang saya pikir pertandingan besok lawan PSPS. Njanka tidak mau di Arema, mau apa lagi? Ini sepakbola. Kita harus siapkan pemain yang lain, kita punya empat stopper, Purwaka, Irfan, Leo dan Waluyo,’’ yakin Miro.


