
Sejak pertengahan Desember tahun lalu, pelatih Arema Miroslav Janu mencari rekaman pertandingan tim Cerezo Osaka, Jepang. Tepatnya usai drawing atau pembagian grup Liga Champions Asia (LCA) atau AFC Champions League 2011.
Namun hingga saat ini, atau sekitar dua minggu sebelum kick off laga pertama, 2 Maret nanti, Arema belum juga mendapatkan rekamanan Cerezo Osaka. Praktis, Miro masih buta dengan kekuatan calon lawan pertama Arema itu.
Namun hingga saat ini, atau sekitar dua minggu sebelum kick off laga pertama, 2 Maret nanti, Arema belum juga mendapatkan rekamanan Cerezo Osaka. Praktis, Miro masih buta dengan kekuatan calon lawan pertama Arema itu.
Pelatih asal Republik Ceko ini mengaku kesulitan untuk mendapatkan rekaman tim yang berlaga di Liga Jepang atau J-League itu. Sedangkan dirinya tak memungkinkan meniru tim Cerezo Osaka yang datang langsung ke melihat pertandingan calon lawannya.
‘’Saya belum dapat rekamanan pertandingan Cerezo Osaka, sampai saat ini belum ada. Darimana saya dapat rekamannya, saya tidak tahu lagi,’’ ungkap Miro yang sebelumnya meminta manajemen mendapatkan rekaman itu dari biro perjalanan.
Harapan Miro, biro perjalanan ke Jepang itu bisa mendapatkan rekaman dari stasiun televisi yang menyiarkan J-League. Sayang hasilnya nihil. Termasuk upaya Aremania Osaka untuk membantu Miro tak membuahkan hasil.
Pasalnya untuk bisa membeli rekaman pertandingan J-League, harus dilakukan melakukan federasi. Dalam hal ini PSSI, setidaknya harus mengeluarkan surat rekomendasi agar manajemen Arema bisa membeli rekaman Cerezo Osaka.
‘’Saya tidak ada kontak dengan orang-orang di Jepang, dimana saya bisa menghubungi mereka. Sekarang saya hanya bisa melihat cuplikan pertandingan Cerezo dari internet,’’ yakin Miro kepada Malang Post, kemarin sore.
Mantan pelatih Slavia Praha ini mengaku adanya rekaman pertandingan calon lawan Arema itu sebenarnya cukup penting. Lantaran tak bisa menyaksikan langsung ke Jepang, satu-satunya cara adalah dengan mempelajari lewat rekaman pertandingannya.
Menurutnya mencari, melihat dan mempelajari kekuatan lawan lewat rekaman pertandingan itu adalah hal yang lumrah. Bahkan Miro menduga tim Cerezo Osaka sudah mempelajari Arema lewat rekaman, selain datang langsung ke stadion Kanjuruhan.
Miro pun hanya bisa pasrah karena tak bisa mempeljari rekaman pertandingan Cerezo Osaka bersama-sama pasukannya. Seperti yang biasa dilakukannya selama ini, selalu melihat calon lawan Arema di Liga Super, sehari sebelum pertandingan.
‘’Saya tidak bisa berangkat ke Jepang, sedangkan tim Jepang sudah datang kesini dan lihat pertandingan Arema. Ya, kita datang kesana, main saja seperti pertandingan yang lain,’’ sebut Miro bernada pasrah untuk laga away ke Jepang itu.
Sementara untuk persiapan timnya jelang ke Jepang, pelatih yang musim 2007 lalu juga mendampingi Arema di LCA ini mengaku tidak ada yang istimewa. Persiapan mulai Senin (14/2) lusa dilakukan seperti pertandingan Arema lainnya.
‘’Kita latihan terus seperti biasanya, tidak usah panik dengan persiapan ke LCA. Kita persiapkan seperti pertandingan Arema lainnya, dan selama ini kita sudah main terus,’’ pungkas Miro yang memberi bonus libur tiga hari untuk pasukannya pasca laga terakhir putaran pertama Indonesia Super League (ISL).
Selain Arema dan Cerezo Osaka, dua tim lainnya yang tergabung di grup G berdasarkan hasil drawing LCA di Malaysia, 7 Desember lalu yaitu Shandong Luneng (China) dan Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan).


